Sunday, June 10, 2012

Top Spelling Blunders Part II Share this Blog Entry:

[Payed Invoice] It’s spreading! Run for your grammatical lives! While emoticons and text-speak have their place in the instant messaging world (e.g. LOL b4 u go dont u hve 2 rite ur arcles? :P), readers don’t warm-up to it in articles. Good grammar and correct spelling are paramount to your success as a credible author. That’s why we collected the most common spelling mistakes in order to help you maintain your credibility and build confidence in your writing skills. Let’s get to it: Here are your next 5 spelling blunders you can include in your proofreading checklist to assure your credibility is untarnished! Payed vs. Paid It may be argued that payed is acceptable due to its traces to Middle English (between the 11th and the late 15th century). However, if we were speaking Middle English, we’d still be using thou and thy. The confusion often occurs when you try to form the simple past by adding a d or ed to the root of a regular verb (e.g. collect becomes collected). The word pay is not your everyday verb. Pay is an irregular verb or a verb that doesn’t follow the standard conjugation. Bottomline: Pay becomes paid (past simple and past participle) and not payed. Example: I paid a visit to my neighbor and then I paid my bills. Key: Ease irregularity by putting pay in the past – drop the y and add an id to form paid. Withing vs. Within If you are scratching your head on this one, welcome to the club. Withing is the act of weaving stems or twigs twisted to form a rope called a withe. However, digging into the issue we discovered for every occurrence of withing, the author intended to use the word within (meaning: inside or indoors). Example: Inquire within. Key: Your article writing twin is within. Reoccurrence vs. Recurrence The correct word in this instance is recurrence, which means to happen repeatedly or to return. The mix-up lies in occurrence, meaning an incident or something that happens. To make an occurrence happen again and again, we need the prefix re. However, in proper English, we drop the o and the first c before we tack on the re, to form recurrence. Example: The lack of respect for the apostrophe is a recurrence I cannot bear. Key: Why enjoy it once? Drop the oc and make it a smashing recurrence! Doesnt vs. Doesn’t A contraction is the process of becoming smaller (or when a muscle becomes or is made shorter and tighter). In the English language, a contraction is commonly represented by an apostrophe, i.e. do not becomes don’t and let us becomes let’s. The correct contraction of the phrase does not is doesn’t. Doesnt isn’t an acceptable word in the English language. Example: He doesn’t have a pen. Key: Doesn’t it look good to use an apostrophe! Definately vs. Definitely Definately: This blunder is a surefire way to upset the grammar police. The correct word here is definitely, which means without a doubt or clearly and is often used for emphasis. Let’s break this down: Definitely The prefix de: down, away, completely, removal, or reversal (e.g. derail, decrease, defunct, defrost, etc.). Finite: having limits, the opposite of infinite. Finate: not a word. Example: He will definitely spell correctly in the future! Key: The ape ate the ite in definitely! Definitely stop the recurrence of these blunders: within, doesn’t, and paid! It has been said if you repeat something 7 times, you can commit it to memory. Commit these 5 words to memory by writing them down 7 times (correctly) and say each letter out loud as you write. That’s easy! There will be more spelling blunders over the next few weeks, so keep an eye out for our spelling keys to ensure your articles are error free. Doing so will increase your credibility and drive more traffic to your blog or website!

Friday, June 8, 2012

Miss u

perasaan ini sulit diungkap ketika sebuah nada berdentang di otak bergelora ria tapi entah apa sebuah angan melayang pada sosok itu sosok yang sempat kulupakan gerangannya sosok yang terkadang mengingatkanku pada hal-hal yang kulakukan ingin hati ini bertanya mungkin berharap tapi secuil dari diri ini menolak entah dengan alasan apa aku benar-benar rindu akan kehadirannya yang dulu menyelimutiku yang dulu menghangatkanku aku aku benar-benar tak ingin menghapus kenangan bersamanya aku tak kuasa awan mendung ini sudah tak kuasa menahan bebannya sudah sejauh ini awan telah tertiup angin dan akhirnya pun hujan turun turun begitu derasnya sampai entah kapan hujan itu akan berhenti

Jetlag - simple plan_2.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh

Jetlag - simple plan_2.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh

Friday, January 13, 2012

Galau

Aku tercekat
susah mata ini tuk sembunyikan
asa-asa yang telah runtuh
dan mulai terangkat, dengan sendirinya

Terbayang=bayang
desiran halus yang merayap
ketika itu
bisikan angin yang risau
beriringan dengan gerimis
menguning dan menggelap
karena tebalnya awan kelabu
yang mengurung keceriaan siang itu
cuma berdua,
mungkin bertiga,
aku, kau, dan dia
dan untuk pertama kalinya
aku rasakan langit yang semakin mengelabu

Friday, January 6, 2012

Inikah Jalanku

Aku bingung mau nulis apa. Aku bingung mau ngomong apa. Huh, pi kalo engga nulis kayak gini juga ntar ngedumel di dalem ati. Yang jelas aku capek. Aku capek diperlakuin kayak gini terus. Aku capek di sini. Kenapa harus di sini??
Apa aku bisa lebih maju di sini? Ku pikir di sini malah kayak jadi tempat rehabilitasi bagi anak-anak yang bermasalah. Bagi orang tua - oraang tua yang engga sanggup ngurusin anaknya. Fugh...
Apa ini jalanku??? Tapi bagaimana dengan semua mimpiku? Semua mimpiku. Cuma omongkosong kalo ternyata di sini aku terkekang. Aku ga bisa ngapa-nngapain. Tekekang dengan segala peraturan aneh dan ga jelas apa gunanya. Dan segala macam senioritas. Ga habis pikir sama sini. Peraturan dibuat mungkin cuma berlaku buat anak baru, anak yang masih polos dan memang gampang untuk dimanfaatin.
Ya Rabb, inikah jalanku??

16 Cara untuk Menahan Kantuk

Kamu harus menyerahkan makalahmu besok jam 8 pagi. Atau kamu harus belajar untuk ujian besok, dan buku pelajarannya…. Sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat…. MEMBOSANKAN……rrrrrrr. Tahan keinginan untuk membuat secangkir kopi atau meminum air soda berkafein tinggi. Cobalah satu atau beberapa ide berikut ini.
1. Lakukan sit-up atau lompat tali, angkat kaki atau meremas tangan. Berlarilah di tempat. Lakukan jalan cepat. Bergoyanglah. Olahraga akan membuat jantungmu berdebar lebih keras dan melancarkan aliran darah yang kaya akan oksigen.
2. Gosoklah tangan, lengan, kaki dan wajahmu−ini juga cara untuk melancarkan peredaran darah.
3. Makanlah sesuatu yang renyah. Cobalah biscuit dan keju, sepotong apel, biji bunga matahari (kwaci), atau sebatang selederi dengan selai kacang. Hindari makanan kecil yang manis. Makanan seperti itu memang menimbulkan energy tambahan yang cepat, tapi akan diikuti pula dengan kenaikan kadar gula yang tinggi.
4. Minumlah air atau juice dalam jumlah banyak.
5. Meditasi. Temukanlah tempat yang nyaman untuk duduk, tegakkanlah tubuhmu, tataplah bidang kosong di dinding, atau tutuplah matamu, bernafas dengan pelan, dalam dan dengan irama yang konstan, dan pikirkan kata atau kalimat pendek yang sama berulang-ulang. Lakukanlah sekitar sepuluh menit dan rasakan kelegaan dalam pikiranmu.
6. Dengarkanlah music yang menarik , lebih baik lagi jika tanpa lirik. Bekerja sambl mendengarkan music akan meningkatkan konsentrasimu meredam suara-suara yang lainnya.
7. Nyalakan lampu atau nyalakan lampu tambahan. Cahaya yang semakin terang semakin baik untuk orang yang sedang mengantuk.
8. Ambillah istirahat selama 15 menit. Teleponlah seorang teman dan ajaklah ia mengobrol. Cobalah bermain video game. Atau internet or anything.
9. Pikirkan sebuah gagasan yang tetap membuatmu terjaga.
10. Bacalah keras-keras bacaan yang tengah kamu hadapi atau kamu pelajari.
11. Kunyahlah permen karet.
12. Mandilah dengan air dingin atau menyeburlah ke kolam renang.
13. Bukalah jendela, khususnya jika di luar sana suasananya sedang dingin.
14. Masukkan es batu ke dalam celanamu.
15. Minumlah air yang mengandung soda, lalu sendawakan urutan abjad.
16. Bila kamu sudah tidak bisa membuka matamu lagi, nyalakan alarm jam untuk setengah jam atau satu jam mendatang, dan tidurlah sejenak. Bahkan tidur sejenak bisa menyegarkan otakmu dan tubuhmu.

Friday, December 30, 2011

Sepotong Novemberku

Lia memang lekat dengan Nata. Ke mana pun Lia ingin pergi, pasti selalu ada Nata. Sampai suatu hari, Lia murung. Dia sama sekali tidak menghiraukan sekitarnya. Matanya tampak bengkak, seperti habis menangis semalaman. Nata yang melihatnya dari kejauhan mulai curiga dengan Lia.
Nata pun menghampiri Lia. “Lia….kamu kenapa?” Tanya Nata halus. “Aku boleh ngomong jujur ga?” kata Lia agak ragu. “Iyaa…”. “Aku pengen pisah sama kamu.”kata Lia pelan tapi pasti. “Apa? Kamu bercanda, Lia?”jawab Nata setengah kaget. Lia membalasnya dengan anggukan kepala, mantab. “Tapi kenapa? Bukankah kita tercipta buat selalu bersama?”kata Nata mulai gelisah. “Angiin… aku pengen sendiri, aku ga pengen ngikut kamu terus. Terkadang aku terpikir buat engga ngerepotin kamu.”Lia menjelaskan dengan mata berkaca-kaca. “Alasanmu engga logis.”jawab Nata ketus. “Nata..aku mohon…daripada kau slalu dibenci orang gara-gara aku? Orang-orang pasti selalu mengolokmu, menghujatmu ketika kau terbang bersamaku. Bunga – bunga juga akan enggan menoleh padamu.”
Nata menatap mata Lia dalam-dalam. “Apa kau engga liat kesungguhan dalam mata ini??? Apa aku kurang tulus? Apa yang harus aku lakukan agar aku slalu sama kamu… Lia, please…:’( . Nata memohon-mohon pada Lia. Lia Cuma menunduk dan hanyut dalam kegelisahan hatinya.. Ia mulai menangis. Nata yang ada di dekatnya kemudian memeluk tubuh Lia yang lunglai lemas. “Aku sayang kamu.”bisik Nata pada Lia. Lia tetap menangis dalam pelukan Nata. Nata yang melihat Lia menangis, hatinya mencelos, engga tega. Ia membelai kepala Lia yang terbalut kerudung putih dengan lembut, sambil berkata, “Lia..apa kamu masih sayang sama Gian?”Tanya Nata hati-hati. Lia pun kaget, engga menduga kalo si Nata bakal Tanya ke dia kayak gitu.
“Aku jawab jujur atau engga?”
“Ya jujurlah, sayang. Engga ada orang minta jawaban bo’ongan.”kata Nata agak geli.
“Jujur?”Tanya Lia polos
“iya…”
“Jujur?”
“iyaa..”
“Beneran?”
“Iyaa.”
“Ga nyesel?”
“Tau ah, kamu ini pengen aku bunuh atau aku gelitikin sih?”
“Di pijitin aja.” Jawab Lia iseng
“Hah, cepetan!”kata Nata setengah teriak
“Sayang Gian? Aku engga tau.”
“Jadi??”
“Engga tau.”