Thursday, July 10, 2014

Somebody Out There - A Rocket to the Moon


You deserve someone who listens to you
Hears every word and knows what to do
When youre feeling hopeless lost and confused
There's somebody out there who will
You need a man who holds you for hours
Make your friends jealous
When he brings you flowers
And laughs when he says they dont have love like ours
There somebody out there who will
Theres somebody out there whos looking for you
Someday he'll find you, I swear that its true
He's gonna kiss you and you'll feel the world standstill
Theres somebody out there who will
He'll take you dancing and pull you in close
Spin you around and wont let you go
Till they turn the lights off and he'll take you home
There's somebody out there who will
There's somebody out there whos looking for you
Someday hell find you I swear that its true
He's gonna kiss you and you'll feel the world standstill
Theres somebody out there who will
Tossing and turning and dreaming at night
About finding him and praying and hoping you might
Cause you deserve someone who knows how to treat you right
I know he's out there
Hes looking for you
Someday he'll find you I swear that its true
And he's gonna kiss you and you'll feel the world standstill
Oh
You need some who'll miss you
Hold you and kiss you
Theres somebody out there who will

Belajar Menghargai

Hari ini aku belajar suatu hal. Menghargai perasaan orang yang sayang sama kita itu ngga gampang. Mungkin menurut kita, hal yang kita lakuin sebenernya biasa aja. Tapi belum tentu orang lain memandang tindakan yang kita lakukan biasa aja.
Dan aku mulai ngerti betapa sebenernya antara sahabat dan 'orang yg sayang' adalah dua orang yang berbeda dengan tindakan yang berbeda pula kita memperlakukannya. Itulah yang sering jadi penyebab suatu masalah antara sahabat dan 'orang yg sayang'. Kurang memahami posisi dan kedudukan masing - masing. Dan sebagai pemeran utama kita perlu menjelaskan dan mengenalkan pelan-pelan untuk mengurangi terjadinya kesalahpahaman.
Kalo suatu permasalahan itu udah muncul dan sebabnya karena salah paham. Solusinya, berusaha kendalikan suasana, biarkan semuanya tenang. Tapi kita tetap berusaha untuk tetap menjelaskan pada pihak yang bermasalah sebenernya apa yang dia permasalahkan belum tentu se-negatif yang dia pikirkan. Tapi, kalo permasalahan lebih runcing, biarkan sampai pihak yang bermasalah sampai dia benar-benar tenang, biarkan dia mau berpikir negatif. Tugas kita ngga perlu ngasih penjelasan tapi bukti. Lha kalo dengan cara-cara kayak gitu masih tetep aja nyari masalah, berati ya emang udah niat nyari-nyari masalah, saranku orang kayak gitu ngga usah diperatiin, bikin beban aja. Hidup itu udah susah ngapain tambah dibuat susah.
Tapi, kalo urusannya kita yang ngga mau ngalah buat ngertiin pihak yang bermasalah, kita juga salah. Namanya kita ngga ngehargain seseorang yang udah sayang sama kita. Ya walaupun kayak gimana aja sebenernya kita yang bener. Namanya juga salah paham.

Wednesday, July 9, 2014

Dewasa?

Setiap manusia akan menuju masa dimana sebuah pemikiran bukan lagi sebuah pemikiran sederhana dibarengi dengan mulai stabilnya sebuah emosi dan matangnya segala persiapan untuk menjadi manusia yang mandiri. Inilah yang dimaksud dengan proses kedewasaan. Dan yang namanya proses kedewasaan ini, terjadi pada tiap orang dengan berbeda-beda cara dan berbeda-beda juga kapan waktunya.
Tetapi, beberapa orang terkadang mengkalim dirinya sudah meginjak masa dewasa yang menurutnya apa yang dia lakukan bukanlah kelakuan anak kecil dan emosinya yang dianggap sudah tidak lagi labil. Sekali lagi, kalo kita ingin liat muka kita, kita butuh sebuah cermin untuk melihatnya. Begitu juga dengan dewasa engga nya kita. Yang bisa menilai hanya orang lain. 
Belum tentu, orang yang jauh lebih tua dari kita, emosi dan tingkah lakunya lebih dewasa dari kita. Bisa saja justru kita yang lebih dewasa. Hal tersebut membuktikan bahwa sebuah kedewasaan tidak mengenal usia. Dan untuk beberapa hal, sebenarnya manusia engga bisa matang secara keseluruhan. Tingkat kedewasaan seseorang itu tergantung pada pengalaman dan proses hidup atau proses dia menjalani sebuah kehidupan itu sendiri. Dan tiap individu mempunyai pengalaman yang berbeda-beda. Itulah yang menyebabkan seseorang itu engga matang secara keseluruhan.

Monday, October 21, 2013

Butuh? Kebutuhan

   Pada dasarnya manusia itu pemilih. Dan manusia itu juga butuh yang namanya sosialisasi. Sosialisasi merupakan suatu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Tanpa sosialisasi manusia tidak akan bertahan hidup. Dengan secara tidak langsung, berarti manusia yang hanya berteman kalo dia ada butuhnya saja adalah manusia yang tidak terlalu memedulikan yang namanya sosialisasi. Padahal, pada hakikatnya manusia adalah mahluk sosial, buat apa hidup kalo dia ngga mau membaur?
   Korban dari orang yang sangat tidak manusiawi ini, biasanya hanya bisa menyalahkan orang lain. Dan biasanya ada orang 'bijak' yang bakalan ikutan nimbrung buat ngoment, "kamu itu ngga boleh nyalahin orang." Pertanyaannya, kalo kita ngga boleh nyalahin orang, kita juga ngga boleh nyalahin diri sendiri, ngga boleh nyalahin keadaan. Terus, kita mau nyalahin siapa?
   Dan orang yang biasanya pilih-pilih itu orang yang ngrasa dirinya pinter. Orang pinter itu kebanyakan egois. kata temen, orang pinter itu cenderung fokus pada diri sendiri untuk ngejar yang namanya perfect, jadi dia ngga mikir orang lain mau jadi gimana. Lagian orang pinter itu juga nganggep dirinya bisa memenuhi segalanya jadi ngapain dia harus butuh bantuan orang lain.

Friday, August 23, 2013

You know him? Don't ask me who is he. He makes my skydriver couldn't upload some photos after I took this.

Natural! XD
You know this guy? He is AD. And he's my counselor of the consulate.
This is MBAMBASTENG! (:

Sedang Menggebu-gebu XD

Aku mau curhat masalah future. Maksudku semua orang pasti punya yang namanya cita-cita atau kita sebut saja mimpi. Seseorang akan menaruh sebuah mimpinya tepat di depan matanya untuk memasang target agar dia bisa mencapai apa yang dia impikan itu. Tau mahfudzat atau peribahasa arab Man Jadda Wajada (Barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia akan mendapat), sama Man shabara 'ala darbi washala (Barang siapa yang berjlan dijalannya maka dia akan sampai). Kalo kamu pernah baca novel tetraloginya A.Fuadi pasti tau. Sebenernya gampang aja ya kalo diliat dari novel entah kenapa kalo di kehidupan nyata kita serasa blinded. Sama sekali apa yang kita lakuin tetep pada jalur yang akan menghantarkan kita pada apa yang kita impikan.
Mungkin sebagian temen-temenku udah tau kali ya, aku pengen banget jadi dokter. Bukan karna pamor. Jujur aku agak tersinggung kalo aku pengen masuk kedokteran cuman karena kedokteran itu keren ,dsb. Sejak kecil aku emang pengen banget jadi dokter. Aku ngeliat, nolong orang itu asik ya. Kita bisa langsung action ngga cuma ngomong aja. Ya fine action pun ngga harus jadi dokter dulu kan, tapi... aku cuma pengen nolong orang aja.
Untuk sementara ini aku biarin temenku berpendapat ke aku tentang aku pengen masuk FK di UNAIR cuman karena FK UNAIR itu tempatnya anak-anak yang emang pamornya tinggi. Kadang aku ngga tau apa yang mereka omongin, FK dimana-mana emang dianggep gitu kali ya. Fine, emang kebanyakan hmmm...ralat hampir semua mahasiswa yang masuk FK itu anak orang kalangan ke atas. Kalo aku mikirnya FK itu mahal karena kita bakalan belajar buat mempertahanin hidup seseorang, dan ilmu itu emang mahal harganya. Ya aku ngga ngerti aja buat orang yang pengen masuk FK cuman karna pamor. Hey! emang dikira nyawa orang itu maenan apa. Dan aku bakal buktiin kog, kalo seumpama aku bisa keterima di FK, liat aja ngga akan aku jadi anak-anak manja kayak mereka-mereka.
Tapi kadang aku juga mikir, apa aku pantes ya jadi sosok yang bener-bener aku pengen jadi dia dari aku kecil yang belum tau apa-apa. Oiya, satu yang aku suka dan merupakan alasan kenapa aku pengen banget jadi sosok berjas putih itu. Yang namanya penyakit slalu berkembang dari waktu ke waktu akan selalu berevolusi layaknya virus influenza. Dan itu asiknya dunia science, Jadi aku ngga akan berhenti buat just to be a doctor but I would be a Scientist. Haha it sounds crazy but Iam serious. XD Ilmu itu slalu berkembang jadi rugi dong kalo cuma belajar di situ-situ aja. Ngga multitalent ga masalah yang penting kita bisa menggali semaksimal mungkin talent yang kita punya. Bismillah....